SINYALMU.ID, YOGYAKARTA — Muhammadiyah terus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menjalankan kerja-kerja kemanusiaan, khususnya dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Hal ini sebagaimana dilaporkan Muhammadiyah.or.id, bahwa Persyarikatan hingga kini tetap bergerak aktif dan terkoordinasi dalam penanganan kebencanaan.
Direktur Pusat Studi Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah berhenti menjalankan misi kemanusiaannya. Dalam diskusi daring yang diselenggarakan Pusat Studi Muhammadiyah pada Kamis (22/1), ia menyampaikan bahwa penanganan bencana dan urusan kemanusiaan merupakan perhatian serius Persyarikatan.
“Diskusi ini kami selenggarakan untuk menginformasikan kepada publik bahwa sampai hari ini Muhammadiyah masih terus bergerak,” ujar Bachtiar sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Menurut Bachtiar, informasi mengenai kerja-kerja kemanusiaan Muhammadiyah perlu disampaikan secara komprehensif kepada masyarakat luas, khususnya bagi pemerhati kebencanaan dan kebijakan publik. Ia menilai, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga memiliki bobot akademik yang penting untuk dikaji dan dipublikasikan.
Lebih lanjut, Muhammadiyah.or.id mencatat bahwa sistem penanganan bencana di Muhammadiyah berjalan dalam satu ekosistem yang terstruktur dan berkelanjutan. Penanganan dilakukan mulai dari fase tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pemulihan pascabencana, sehingga tidak bersifat sesaat atau parsial.
“Di Muhammadiyah terdapat mekanisme yang jelas. Tidak hit and run, tetapi dikawal dari awal sampai akhir,” tegas Bachtiar.
Ia juga mencontohkan pendampingan pemulihan ekonomi yang pernah dilakukan Muhammadiyah pascabencana di Cianjur. Dalam pendampingan tersebut, warga terdampak tidak hanya menerima bantuan darurat, tetapi juga didampingi hingga kembali memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, sebagaimana dilaporkan Muhammadiyah.or.id.
Bachtiar menekankan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada sinergi seluruh unsur Persyarikatan. Kerja kemanusiaan akan berjalan optimal ketika majelis, lembaga, dan organisasi otonom bergerak bersama dalam satu kesatuan visi dan gerak.
“Inilah kekuatan Muhammadiyah, seluruh unsur bergerak bersama dalam satu kesatuan,” ujarnya.
Melalui forum diskusi tersebut, Bachtiar berharap media dapat turut berperan dalam memperkuat basis informasi, data, dan pengetahuan publik mengenai kontribusi Muhammadiyah dalam penanganan bencana dan gerakan kemanusiaan secara berkelanjutan. (Redaksi)

0 Komentar