PP Muhammadiyah Terima Hibah Pemkab Tulang Bawang, Amanah Kepercayaan Diteguhkan dengan Profesionalisme

 


SINYALMU.ID, YOGYAKARTA — Kepercayaan publik yang selama ini dibangun Muhammadiyah kembali menemukan wujud nyatanya. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menerima hibah aset dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berupa lahan seluas 10 hektare beserta bangunan dan fasilitas pendukung dengan nilai lebih dari Rp66 miliar. Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah dan Berita Acara Serah Terima Hibah tersebut dilaksanakan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (23/1), sebagaimana dilaporkan Muhammadiyah.or.id.

Hibah tersebut telah melalui mekanisme formal dan konstitusional, termasuk persetujuan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulang Bawang. Aset daerah itu selanjutnya akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat luas.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang kepada Muhammadiyah. Menurutnya, hibah ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi merupakan mandat moral yang harus dijalankan dengan penuh kejujuran, amanah, dan profesionalisme.


Sebagaimana dikutip Muhammadiyah.or.id, Haedar menjelaskan bahwa aset hibah tersebut direncanakan untuk pengembangan pendidikan tinggi yang akan dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan pemantauan langsung dari PP Muhammadiyah. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Persyarikatan dalam mengelola amanah publik secara bertanggung jawab.

“Kepercayaan ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan Muhammadiyah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bagi kami, kepercayaan adalah mandat yang harus ditunaikan sebaik-baiknya dengan spirit kejujuran dan amanah,” ujar Haedar.

Ia juga menegaskan bahwa tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah tidak dibangun secara instan. Kepercayaan itu merupakan hasil dari proses panjang, bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka, ketika Muhammadiyah konsisten menjalankan dakwah dan tajdid yang berpihak pada kemajuan umat dan bangsa.

Dalam konteks relasi dengan negara, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menjaga posisi yang konstruktif. Dengan segala dinamika yang ada, Muhammadiyah terus berusaha hadir sebagai mitra strategis pemerintah tanpa kehilangan independensi gerakan dan orientasi dakwahnya.

Sementara itu, Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan Karyonagoro, sebagaimana dilansir Muhammadiyah.or.id, menyampaikan harapannya agar hibah tersebut dapat dikelola secara optimal oleh Muhammadiyah. Ia menilai Muhammadiyah sebagai institusi yang memiliki rekam jejak profesional dalam pengelolaan pendidikan dan pelayanan sosial.

Menurutnya, pengelolaan aset oleh Muhammadiyah diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tulang Bawang, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Ke depan, hak pengelolaan hibah tersebut sepenuhnya berada di bawah PP Muhammadiyah melalui UMJ. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh agar rencana pendirian dan pengembangan pendidikan tinggi dapat segera direalisasikan.

Bagi Muhammadiyah, hibah ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan pendidikan yang mencerahkan, berkemajuan, dan berpihak pada kepentingan umat serta bangsa. (Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar