SINYALMU.ID, TARJIH — Muhammadiyah terus meneguhkan peran keumatan dan globalnya melalui sosialisasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1446 Hijriah, sebuah ikhtiar besar untuk menyatukan penanggalan Islam di seluruh dunia. Sosialisasi ini menjadi bagian dari implementasi Risalah Islam Berkemajuan serta amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 Makassar dan ke-48 Surakarta.
KHGT merupakan sistem kalender Hijriah unifikatif yang berprinsip “satu hari satu tanggal di seluruh dunia”, sebagaimana kalender Masehi. Artinya, tanggal Hijriah berlaku serentak di seluruh kawasan dunia tanpa perbedaan wilayah, sehingga umat Islam memiliki kepastian waktu dalam pelaksanaan ibadah, khususnya ibadah lintas kawasan seperti puasa Arafah, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Dalam pandangan Muhammadiyah, penentuan awal bulan Hijriah bukanlah persoalan ibadah, melainkan metode (wasilah) yang dapat dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Muhammadiyah memandang hisab sebagai metode ilmiah yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara astronomis.
Keputusan penerimaan KHGT ditegaskan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada 23–25 Februari 2024, sebagai kelanjutan dari komitmen panjang Muhammadiyah dalam upaya penyatuan kalender Islam global. Upaya ini juga merujuk pada hasil Kongres Internasional Penyatuan Kalender Hijriah di Istanbul, Turki, tahun 2016, yang dihadiri lebih dari 140 pakar dari 60 negara.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam salah satu pernyataannya menegaskan pentingnya keberanian ijtihad demi kemajuan peradaban Islam. Ia mengajak umat Islam untuk mengedepankan persatuan waktu ibadah sebagai wujud ukhuwah global.
“Mari kita mulai berubah, mengubah ijtihad kita demi hutang peradaban. Satu hari, satu tanggal, untuk seluruh dunia Islam,” tegasnya.
Secara metodologis, KHGT menggunakan hisab hakiki kontemporer dengan parameter imkanur rukyat 5° + 8° (ketinggian hilal minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat), serta mengakui seluruh bumi sebagai satu matla’. Permulaan hari dalam KHGT mengikuti kesepakatan internasional, yaitu dimulai pada pukul 00.00 UTC di garis bujur 180°, sehingga kalender bersifat global dan konsisten.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bahkan telah menyiapkan kalender KHGT hingga 100 tahun ke depan (1444–1543 H / 2022–2119 M), sebagai bentuk kesiapan Muhammadiyah dalam menghadirkan sistem waktu Islam yang pasti, ilmiah, dan berkemajuan.
Meski demikian, Muhammadiyah juga menyadari adanya tantangan dalam implementasi KHGT, terutama terkait peralihan dari kriteria Wujudul Hilal dan perubahan pemahaman awal hari Hijriah. Namun, perbedaan tersebut dipahami sebagai bagian dari dinamika ijtihad yang sehat, selama berpijak pada dalil, ilmu, dan kemaslahatan umat.
Melalui sosialisasi KHGT 1446 H ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam penyatuan umat Islam secara global, memperkuat kepastian waktu ibadah, serta menghadirkan Islam sebagai agama yang selaras dengan ilmu pengetahuan, rasionalitas, dan kemajuan peradaban.
Link Download KHGT : Download disini

0 Komentar