Bangun Kesadaran Ekonomi Pelajar, IPM Lampung Gelar Lampung Youth Economic Forum 2026

 

Metro — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung menggelar Lampung Youth Economic Forum (LYEF) 2026 dengan tema “Local Pride, Global Vibe: Young, Creative, and Productive”. Kegiatan ini berlangsung di Aula AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Jumat (30/1/2026).

Forum ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-Kota Metro. Sejumlah pimpinan daerah IPM turut hadir, di antaranya Ketua PD IPM Kota Bandar Lampung dan Ketua PD IPM Kota Metro.

Kegiatan dibuka dengan penampilan Tari Sigeh Pengunten, tarian tradisional khas Lampung yang melambangkan penghormatan kepada tamu kehormatan melalui prosesi pemberian sekapur sirih. Tarian ini dibawakan oleh anak-anak TK Aisyiyah Metro Pusat, yaitu Jovita Keyla Zafira, Lembayung Ayu Kinasih, Najma Fajrina Orlin, Dzakira Aftani, dan Afsheena Nazia Omaira. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan peserta forum.

Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa IPM hari ini tidak cukup hanya berfokus pada perkaderan dan pendidikan formal, tetapi juga harus mulai serius membangun kesadaran ekonomi di kalangan pelajar.

“Generasi yang lemah bukan hanya lemah iman dan ilmu, tetapi juga lemah ekonomi. Karena itu, ekonomi pelajar harus mulai dibangun sejak sekarang agar IPM mampu menjemput masa depan,” ujarnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., selaku Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung. Ia mengapresiasi inisiatif PW IPM Lampung dalam menggagas forum ekonomi pelajar.

“Sebagai orang tua di Muhammadiyah, kami bangga dengan IPM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa IPM Lampung visioner, progresif, dan siap menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Lampung Youth Economic Forum 2026 menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Dr. H. Nyoto Suseno, M.Si selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Rycko Menoza SZP, SE., SH., MBA. selaku Anggota Komisi VII DPR RI, serta Dr. Asih Murwiati, SE., ME selaku Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM Lampung.

Salah satu narasumber, Rycko Menoza SZP, menekankan pentingnya kreativitas dan daya saing generasi muda dalam mengelola potensi lokal. Menurutnya, daerah yang tidak memiliki sumber daya alam unggulan tetap dapat berkembang melalui inovasi dan penguatan ekonomi kreatif.

“Kota kecil seperti Metro justru memiliki peluang besar untuk melahirkan inovasi. Wisata, ekonomi kreatif, hingga kuliner dapat dikembangkan dari ide-ide sederhana yang dikelola secara serius,” jelasnya.

Ia berharap forum ini menjadi ruang strategis bagi pelajar Muhammadiyah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran ekonomi sejak dini sebagai bekal menghadapi bonus demografi Indonesia tahun 2045. Dari IPM, diharapkan lahir pelajar Muhammadiyah yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan mandiri secara ekonomi.

Di penghujung acara, kegiatan ditutup dengan penampilan solo song dari siswa SMP Muhammadiyah 4 Kota Metro, yakni Firdaus Zaki Abimanyu dan Juwita Ade Isnain, yang menambah semarak dan kekhidmatan rangkaian Lampung Youth Economic Forum 2026.

Posting Komentar

0 Komentar