Tulang Bawang, Selasa, 10 Februari 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Sistem Aplikasi Terpadu Muhammadiyah (SatuMu) di SD Muhammadiyah Sang Surya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menata ulang disiplin data dan administrasi Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah.
Bimtek dibuka dengan sambutan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Tulang Bawang, Sidik Purnomo. Ia menyinggung tantangan klasik gerakan sosial-keagamaan: kebaikan yang dijalankan tanpa tata kelola yang rapi kerap tertinggal oleh praktik yang terorganisir. Menurutnya, SatuMu hadir sebagai instrumen untuk memastikan kerja-kerja dakwah Muhammadiyah berjalan tertib, terukur, dan berkelanjutan.
Sambutan berikutnya disampaikan Jauhari Rambe, perwakilan Bank Danamon Syariah, yang menegaskan posisi lembaganya sebagai mitra keuangan Persyarikatan. Bank Danamon Syariah mendukung pengelolaan biaya pembuatan e-Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (e-KTAM) serta iuran anggota, yang pendistribusiannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat ranting hingga pusat.
Ketua PDM Tulang Bawang, Mulyadi, dalam sambutannya menyebut bahwa Muhammadiyah yang telah memasuki abad kedua berhadapan dengan kompleksitas baru, terutama di tengah disrupsi digital. Menurut dia, ukuran kemajuan Persyarikatan tidak lagi cukup dilihat dari banyaknya amal usaha, melainkan dari kemampuan mengelola data dan administrasi secara modern, transparan, dan terintegrasi.
“SatuMu adalah ekosistem digital yang menyatukan identitas, layanan, dan data Muhammadiyah dalam satu sistem,” kata Mulyadi. Ia berharap implementasi SatuMu mampu memperkuat validitas data, meningkatkan efisiensi kerja organisasi, serta mendorong sinergi antarmajelis dan amal usaha di lingkungan PDM Tulang Bawang.
Rangkaian sambutan ditutup oleh Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Saad Sobari, S.Sos., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek. Ia memaparkan ekosistem digital Muhammadiyah yang meliputi aplikasi MASA, e-KTAM, SatuMu, dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM).
Saad mengibaratkan MASA sebagai “dapur” pengolah data, sementara SatuMu dan DOM menjadi “ruang tamu” rumah besar Muhammadiyah tempat data yang telah diolah disajikan secara rapi, sah, dan terintegrasi. Seluruh data tersebut, ujarnya, akan bermuara pada DOM sebagai basis data resmi Persyarikatan Muhammadiyah secara nasional.
Melalui Bimtek ini, PDM Tulang Bawang berharap para peserta tidak berhenti pada pemahaman teknis semata, tetapi mampu menjadi penggerak transformasi digital di masing-masing struktur organisasi, sehingga Muhammadiyah semakin tertib administrasi dan relevan menjawab tantangan zaman.
(MPI PDM TULANG BAWANG)

0 Komentar