Makassar — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menyelenggarakan Tanwir Pra-Muktamar XXIV IPM pada Kamis (5/2/2026) di Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam rangkaian persiapan Muktamar XXIV IPM, khususnya dalam merumuskan dan memutuskan berbagai agenda teknis pelaksanaan muktamar.
Tanwir Pra-Muktamar tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Syaiful Saleh, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, serta kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung sebagai peserta muktamar.
Dalam momentum tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung menorehkan capaian membanggakan melalui peluncuran dua karya buku kader IPM Lampung. Peluncuran ini menjadi bagian dari agenda launching 20 buku yang diterbitkan dan diperkenalkan oleh Lembaga Pustaka Pelajar.
Dua buku yang berasal dari IPM Lampung tersebut terdiri atas satu karya individu kader IPM Lampung, Noval Sahnitri—yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) PW IPM Lampung—serta satu buku antologi cerpen yang merupakan kumpulan karya sastra kader IPM se-Lampung.
Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan (PIP) PW IPM Lampung, Salman Amar Raif, menyampaikan bahwa terbitnya dua buku tersebut menjadi penanda tumbuhnya semangat baru di kalangan pelajar Lampung dalam mengembangkan tradisi literasi. Menurutnya, karya-karya tersebut lahir dari kepedulian terhadap minat dan potensi pelajar dalam dunia kepenulisan dan keilmuan.
“Terbitnya buku ini menjadi simbol semangat baru bagi penggiat literasi pelajar Lampung. Kami berharap IPM Lampung terus menjadi wadah dan wahana pengembangan keilmuan bagi pelajar,” ujar Salman.
Sementara itu, Noval Sahnitri menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas peluncuran karyanya dalam forum nasional IPM. Ia menilai Tanwir Pra-Muktamar sebagai ruang strategis bagi kader untuk menghadirkan karya intelektual yang bernilai.
“Merupakan kehormatan bagi saya pribadi, karya buku ini dapat diluncurkan dalam arena Tanwir Pra-Muktamar IPM di Kota Makassar. Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya rekan-rekan Pustaka Cendekia, keluarga besar IPM Lampung, serta PP IPM melalui Lembaga Pustaka Pelajar,” ungkap Noval.
Peluncuran dua buku tersebut menjadi bukti bahwa kader IPM Lampung tidak hanya aktif dalam gerakan organisasi dan perkaderan, tetapi juga konsisten mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di kalangan pelajar Muhammadiyah. Kehadiran karya-karya ini turut memperkaya khazanah literasi pelajar serta mempertegas identitas IPM sebagai gerakan pelajar yang berkemajuan.
PW IPM Lampung menilai capaian ini sebagai hasil dari proses pembinaan literasi kader yang dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi kontribusi nyata IPM Lampung dalam menyemarakkan Muktamar XXIV IPM melalui karya, gagasan, dan pemikiran.
Momentum Tanwir Pra-Muktamar XXIV IPM pun menjadi ruang strategis untuk menegaskan bahwa literasi, dakwah, dan karya intelektual tetap menjadi ruh perjuangan Ikatan Pelajar Muhammadiyah di seluruh tingkatan, termasuk di wilayah Lampung.

0 Komentar