TOLADA – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Tolada pada Sabtu, 7 Maret 2026. Keluarga besar Muhammadiyah wilayah Malangke berkumpul dalam agenda Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi yang dihadiri oleh berbagai elemen organisasi dan pendidikan.
Acara yang dipusatkan di lingkungan pondok ini dihadiri langsung oleh: Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Tolada; Jajaran pengurus Pimpinan; Cabang Muhammadiyah (PCM) Malangke; Jajaran pengurus Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Malangke; Seluruh Dewan Guru dan staf pendidikan.
Para Santri Pondok Pesantren Darul Arqam. Dalam kegiatan ini mudir pesantren memberikan penyampaian dan Pesan " Keutamaan dan Lipat Ganda Pahala Puasa"
Menjelang waktu berbuka, suasana menjadi khidmat saat Mudir Pesantren, Ust. Sandi, menyampaikan ceramah singkat di hadapan para hadirin. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan betapa istimewanya ibadah puasa di sisi Allah SWT.
Ust. Sandi menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang bersifat sangat personal antara hamba dan Sang Pencipta. Beliau mengutip nilai-nilai tentang ganjaran luar biasa bagi mereka yang ikhlas menahan lapar dan dahaga.
"Puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar, tapi merupakan sarana meraih derajat takwa. Allah SWT telah menjanjikan bahwa pahala orang yang berpuasa akan dilipatgandakan melampaui hitungan biasanya, karena puasa adalah milik-Nya dan Dia sendiri yang akan memberikan ganjarannya secara langsung," ungkap Ust. Sandi dalam ceramahnya.
Selain pesan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan komunikasi antara pimpinan organisasi dengan institusi pendidikan. Pimpinan pondok menekankan pentingnya kolaborasi antara PCM, PCA, dan pihak pesantren dalam mencetak kader-kader ulama yang berkemajuan di wilayah Malangke.
Saat azan Maghrib berkumandang, seluruh peserta kegiatan menikmati hidangan berbuka dalam kesederhanaan namun sarat akan nilai kebersamaan. Interaksi hangat terlihat jelas saat para tokoh dari PCM dan PCA bercengkrama langsung dengan dewan guru serta memotivasi para santri.
Acara kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah sebagai simbol persatuan dan ketaatan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah di tanah Malangke.


0 Komentar