PontrenMu At Tanwir dan Airlangga Metro Perkuat Kapasitas dan Karakter Santri

 



METRO – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) At Tanwir Metro menggandeng Pusat Kursus dan Bimbingan Belajar LPK Airlangga Metro menggelar pelatihan Capacity Building dan Penguatan Karakter bagi para santri putra dan putri.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut digelar di Auditorium PontrenMu At Tanwir, Jumat (7/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas personal santri, kesadaran diri, karakter, motivasi belajar, serta ketangguhan mental dalam menghadapi proses pendidikan dan dinamika kehidupan.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Setelah sebelumnya diikuti santri putra, kegiatan kemudian dilanjutkan bagi santri putri dengan menghadirkan Muhammad Romadhoni bin Abdul Abu Bakar sebagai pemateri. Ia merupakan motivator yang berpengalaman memberikan pelatihan di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala SMA Muhammadiyah At Tanwir, Muhammad Fauzi, mengatakan program Capacity Building dirancang untuk melengkapi proses pendidikan santri yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Menurutnya, pengembangan kapasitas personal, kecerdasan emosional, kedisiplinan, motivasi, dan daya juang merupakan fondasi penting dalam membentuk santri yang mampu berkembang secara utuh.


“Materi yang diberikan lebih mengarah pada pembentukan kesadaran diri, semangat belajar, dan kegigihan. Kami ingin anak-anak memiliki motivasi yang kuat untuk terus menuntut ilmu sehingga berdampak pada kedisiplinan, daya juang, serta kemampuan mereka menghadapi berbagai tantangan dalam proses belajar,” ujar Fauzi.

Ia menilai kehadiran pemateri berpengalaman menjadi bagian dari komitmen PontrenMu At Tanwir dalam memperluas pengalaman belajar santri melalui pendekatan yang reflektif dan aplikatif.

“Kami bersyukur dapat berkolaborasi dengan Airlangga. Santri memperoleh materi dari narasumber yang memiliki pengalaman memberikan pelatihan hingga tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Fauzi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda motivasi sesaat, tetapi mampu menjadi pemantik perubahan dalam keseharian santri. Perubahan itu diharapkan terlihat dalam kebiasaan belajar, kedisiplinan, kepercayaan diri, daya juang, serta ketahanan menghadapi berbagai tantangan.

Dalam sesi pelatihan, Muhammad Romadhoni mengajak para santri melakukan refleksi melalui sejumlah pertanyaan mendasar tentang siapa diri mereka, posisi mereka saat ini, serta tujuan yang ingin dicapai melalui pendidikan.

Pendekatan reflektif tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menuntut ilmu bukan sekadar upaya mengejar prestasi akademik, tetapi juga bagian dari proses pembentukan diri dan pengabdian kepada Allah SWT.

Para santri didorong menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, aktivitas menghafal Al-Qur’an, mempelajari ilmu agama, maupun mengembangkan pengetahuan umum dapat ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar membentuk pribadi yang berilmu dan memberikan manfaat.

Selain penguatan motivasi belajar, pelatihan juga diarahkan pada pengenalan potensi diri, peningkatan kepercayaan diri, penguatan resiliensi, kemampuan menghadapi tekanan, serta pembentukan mental pantang menyerah.

Mewakili Pusat Kursus dan Bimbingan Belajar Airlangga Metro, Syamsiah mengatakan pengembangan kapasitas dan karakter merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu peserta didik mengenali potensi dirinya, membangun kepercayaan diri, serta memiliki motivasi belajar yang lahir dari kesadaran, bukan karena paksaan. Ketika kapasitas personal dan karakter berkembang dengan baik, disiplin, daya juang, dan prestasi akademik akan lebih mudah tumbuh,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Airlangga Metro dan PontrenMu At Tanwir dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan santri.

“Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, memiliki daya saing global, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PontrenMu At Tanwir Metro, Ust. Dr. Sujino, menegaskan bahwa pendidikan pesantren memiliki mandat yang lebih luas daripada sekadar penguasaan ilmu pengetahuan dan hafalan Al-Qur’an.

Menurutnya, pembentukan karakter, kematangan emosional, kapasitas personal, dan ketahanan mental merupakan bagian integral dari pendidikan pesantren.

“Pesantren memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Karena itu, kami terus menghadirkan program-program penguatan karakter dan kapasitas seperti ini agar santri memiliki kesadaran diri, keikhlasan dalam belajar, semangat berprestasi, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” kata Dr. Sujino.

Ia menyebut kolaborasi dengan Pusat Kursus dan Bimbingan Belajar Airlangga Metro sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan pembangunan karakter.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi para santri untuk tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, tangguh, resilien, berintegritas, serta mampu menjadi kader persyarikatan dan pemimpin umat yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar