Dawam Sirodj bin Marzuki lahir di Yogyakarta pada 25 Februari 1938. Ia merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal sebagai pendidik, dai, dan pejuang persyarikatan yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah Islam dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Ia tercatat sebagai anggota Muhammadiyah dengan Nomor Anggota 0807 3889 506784. Kiprahnya dalam Muhammadiyah telah dimulai sejak menetap di Dusun Sinar Agung, Desa Batu Badak, Kecamatan Jabung. Di daerah tersebut, pada tahun 1990, ia merintis dan mendirikan SMP Muhammadiyah Sinar Agung sebagai wujud kepeduliannya terhadap pendidikan Islam.
Pada tahun 1993, Dusun Sinar Agung terdampak program transmigrasi sehingga masyarakatnya dipindahkan ke Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. Perpindahan tersebut tidak menghentikan semangat perjuangannya. Di tempat baru, ia tetap aktif melanjutkan dakwah dan pengabdian di lingkungan masyarakat serta persyarikatan Muhammadiyah.
Pada tahun 2004, bersama tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Mesuji Timur, Dawam Sirodj turut merintis pendirian SMU Muhammadiyah 1 Mesuji Timur. Tidak hanya sebagai perintis, ia juga mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di sekolah tersebut hingga akhir hayatnya.
Dalam bidang keagamaan, di Desa Pangkal Mas ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai PPN serta dikenal luas sebagai tokoh agama. Ia aktif sebagai takmir masjid, imam, dan khatib, serta menjadi panutan masyarakat dalam kehidupan keislaman sehari-hari.
Meskipun telah wafat, jejak perjuangan dan pengabdiannya masih terlihat jelas hingga kini. Hal tersebut tercermin dari Desa Pangkal Mas yang berkembang menjadi salah satu basis organisasi Muhammadiyah di Kecamatan Mesuji Timur.
Dalam kehidupan keluarga, Dawam Sirodj bin Marzuki adalah suami dari Murjiyem dan ayah dari delapan orang anak. Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan Pendidikan Guru Agama semakin menguatkan perannya sebagai pendidik dan dai yang istiqamah.
Dawam Sirodj bin Marzuki dikenang sebagai sosok pejuang Muhammadiyah yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan penguatan persyarikatan, serta menjadi teladan bagi generasi penerus Muhammadiyah di Mesuji Timur. (Ana)
Editor : Joko Riyanto

0 Komentar