Abu Syifa Tokoh Muhammadiyah Mesuji Lampung

 

Abu Syifa merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan dan kemajuan Muhammadiyah di wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Mesuji, bahkan sejak masa ketika kabupaten tersebut belum terbentuk. Semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa menggelora dalam setiap langkah perjuangannya, menjadi landasan kuat dalam pengabdian kepada Islam dan persyarikatan Muhammadiyah.

Ia tiba di wilayah Mesuji pada tahun 1986 melalui program transmigrasi lokal. Sejak awal kedatangannya, Abu Syifa langsung aktif berperan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat. Kepedulian serta komitmennya terhadap pendidikan Islam kemudian mengantarkannya menjadi kepala sekolah pertama SLTP Muhammadiyah Agung Batin.

Jabatan kepala sekolah tersebut diembannya dalam kurun waktu yang cukup panjang, yaitu sejak tahun 1987 hingga 2006. Dalam masa kepemimpinannya, sekolah tersebut tumbuh dan berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Dalam perjalanan awal berdirinya sekolah, Abu Syifa dipertemukan oleh Allah SWT dengan beberapa tokoh Nasrani yang memiliki kemapanan ekonomi dan keinginan untuk mendirikan lembaga pendidikan jenjang SLTP/SMP dengan identitas sekolah Kristen. Namun, rencana tersebut tidak mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat serta menghadapi kendala dalam pengurusan izin operasional.

Karena sulitnya memperoleh izin operasional dan kurangnya dukungan masyarakat, cikal bakal sekolah SLTP yang telah dirintis kemudian diserahkan kepada Abu Syifa. Dengan izin Allah SWT, lembaga pendidikan tersebut berkembang menjadi SLTP Muhammadiyah Agung Batin, yang hingga kini dikenal sebagai SMP Muhammadiyah Agung Batin.

Selain berkiprah di bidang pendidikan, Abu Syifa juga memiliki peran penting dalam kepemimpinan Muhammadiyah. Pada tahun 1995, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang selama satu periode. Dalam perannya tersebut, ia dikenal sebagai penggerak dan pemersatu tokoh-tokoh Muhammadiyah, termasuk di wilayah Mesuji yang pada saat itu masih berada dalam wilayah administratif Kabupaten Tulang Bawang.

Dalam kehidupan keluarga, Abu Syifa adalah suami dari Rosminatun dan ayah dari delapan orang anak. Nilai keikhlasan, keteladanan, serta semangat perjuangan yang ia tanamkan menjadi warisan berharga bagi keluarga dan generasi penerus. Abu Syifa dikenang sebagai sosok pejuang Muhammadiyah yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan penguatan persyarikatan, serta menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh dan berkembangnya Muhammadiyah di Kabupaten Mesuji. (Ana)

Editor : Joko Riyanto

Posting Komentar

0 Komentar