Jamaludin lahir di Jawa Tengah pada 27 Februari 1949. Ia merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal sebagai pendidik dan penggerak persyarikatan, dengan dedikasi panjang dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat.
Kiprah Jamaludin dalam Muhammadiyah telah dimulai sejak tahun 1970 di Desa Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Sejak masa itu, ia aktif sebagai staf pengajar di SMP Muhammadiyah Banyuwangi. Selain mengajar, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Banyuwangi, Banyumas, Pringsewu, dan menjalankan peran tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan SMP Muhammadiyah Pringsewu tidak menghalangi semangatnya untuk terus mengabdi di dunia pendidikan. Justru hal tersebut menjadi bekal awal dalam membentuk karakter pendidik yang ikhlas dan konsisten dalam perjuangan Muhammadiyah.
Pada tahun 1995, Jamaludin mengikuti program transmigrasi ke Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji (yang pada saat itu masih termasuk wilayah Kabupaten Tulang Bawang). Di wilayah baru ini, ia kembali melanjutkan pengabdian dan menjadi tokoh pelopor serta pendiri Muhammadiyah di kawasan KTM, yang kini berkembang menjadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mesuji Timur.
Pada tahun 2004, bersama tokoh-tokoh Muhammadiyah setempat, Jamaludin turut merintis pendirian SMA Muhammadiyah 01 Mesuji Timur. Selain sebagai perintis, ia juga berperan aktif sebagai tenaga pengajar, mencurahkan ilmu dan pengalamannya bagi generasi muda.
Selain aktif dalam persyarikatan Muhammadiyah, Jamaludin juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pemerintahan desa serta sebagai tokoh agama di lingkungan KTM. Perannya menjembatani dakwah, pendidikan, dan kehidupan sosial menjadikannya sosok yang dihormati oleh masyarakat.
Dalam kehidupan keluarga, Jamaludin adalah suami dari Rusmini dan ayah dari lima orang anak. Nilai keikhlasan, ketekunan, dan semangat pengabdian yang ia teladankan menjadi warisan berharga bagi keluarga dan persyarikatan.
Jamaludin dikenang sebagai sosok pejuang Muhammadiyah yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan penguatan organisasi, serta menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan Muhammadiyah di Mesuji Timur. (Ana)
Editor : Joko Riyanto

0 Komentar