SINYALMU.ID, JAKARTA — Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pendayagunaan wakaf secara produktif sejak perubahan nomenklatur dari Majelis Wakaf dan Kehartabendaan pada periode Muktamar Muhammadiyah 2022–2027. Fokus tersebut diarahkan pada pengelolaan wakaf yang berdampak luas, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Hal itu disampaikan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam agenda serah terima dana wakaf dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah yang berlangsung di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta, Selasa (13/1). Informasi ini dilansir dari Muhammadiyah.or.id.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah Amirsyah Tambunan, serta jajaran pimpinan terkait. Dalam kesempatan itu, Lazismu menyerahkan dana wakaf secara simbolis sebesar Rp1,8 miliar kepada MPW PP Muhammadiyah.
Hilman Latief menjelaskan bahwa paradigma pengelolaan wakaf di Muhammadiyah kini mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya lebih berfokus pada aspek legalisasi dan sertifikasi aset wakaf, saat ini orientasinya diarahkan pada pendayagunaan yang produktif agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas.
“Karakter utama filantropi sejatinya berangkat dari wakaf. Oleh karena itu, dari dana Rp1,8 miliar ini, sebesar Rp800 juta dapat dimanfaatkan untuk pendayagunaan wakaf agar menjadi lebih produktif,” ujar Hilman, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Ia juga mencontohkan praktik baik pendayagunaan wakaf yang telah berjalan di lingkungan Muhammadiyah, salah satunya melalui Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah di Rancamaya, Kota Bogor. Pesantren tersebut merupakan pengembangan dari Pesantren Kilat Al-Hikmah yang telah diwakafkan kepada Muhammadiyah, dengan pendekatan terpadu antara pendidikan, sains, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bendahara Umum PP Muhammadiyah serta Lazismu atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada MPW.
“Di bawah koordinasi Bendahara Umum, MPW dipercaya untuk mengelola dana wakaf ini secara produktif. Wakaf memiliki keistimewaan karena harus dikelola secara abadi, berbeda dengan zakat yang bersifat habis kelola,” ujarnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, juga menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kolaborasi antara Lazismu dan Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat filantropi Islam yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi umat.
Sebagaimana diberitakan Muhammadiyah.or.id, kolaborasi Lazismu dan MPW PP Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem wakaf produktif Muhammadiyah sekaligus menjadi model pengelolaan wakaf yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan jangka panjang. (Red)

0 Komentar