SINYALMU.ID, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung menyelenggarakan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III yang berlangsung selama tujuh hari, Kamis–Rabu, 8–14 Januari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Bungur, Way Bungur, Lampung Timur.
Mengusung tema “Building Innovative Leadership”, PKMTM III menjadi ruang pengkaderan strategis untuk membentuk kader pelajar Muhammadiyah yang memiliki kapasitas kepemimpinan unggul, berakhlak mulia, adaptif terhadap perubahan zaman, serta mampu melahirkan inovasi dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Lampung. Tidak hanya itu, PKMTM III PW IPM Lampung juga dihadiri peserta dari luar daerah, yakni PD IPM Bantul dan PW IPM Sumatera Barat, yang semakin memperkaya dinamika dan pertukaran gagasan selama proses pelatihan berlangsung.
Ketua Umum PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan PKMTM III tidak lepas dari dukungan keluarga besar Muhammadiyah di Lampung Timur, khususnya di Way Bungur.
“Kami keluarga besar PW IPM Lampung mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga Muhammadiyah Lampung Timur, Way Bungur, dan khususnya Bungur yang telah mengizinkan, mendukung, serta memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan ini. Kami juga berpesan kepada seluruh peserta agar ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama pelatihan dapat dikembangkan dan disebarluaskan di mana pun berada, sehingga memberi dampak nyata bagi sesama,” ungkap Firdaus Armansyah.
Sementara itu, Master of Training (MOT) PKMTM III, Noval Sahnitri, menekankan pentingnya komitmen kader setelah menyandang status kader madya. Menurutnya, PKMTM bukan sekadar proses formal perkaderan, melainkan ruang pembentukan karakter dan militansi kader IPM.
“Momentum PKMTM III ini harus dijadikan pembelajaran berharga untuk perjalanan ke depan. Ketika sudah menyandang gelar kader madya, maka sudah selayaknya kita terus berkomitmen menjadi kader IPM yang militan, konsisten dalam nilai, dan berguna bagi umat, bangsa, serta persyarikatan,” ujar Noval.
Salah satu peserta, Ranti Sadira, perwakilan dari PW IPM Sumatera Barat, ia mengakui mendapatkan banyak pembelajaran bermakna selama mengikuti PKMTM III. Ia menilai pelatihan ini tidak hanya memperkaya wawasan organisasi, tetapi juga meneguhkan tanggung jawab moral sebagai kader pelajar Muhammadiyah.
“Pada PKMTM III ini saya belajar banyak hal yang memperkaya pemahaman dan meneguhkan tanggung jawab saya dalam berproses di organisasi, khususnya dalam menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan profetik. Harapan saya, nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diamalkan secara konsisten dalam setiap sikap, keputusan, dan bentuk pengabdian di organisasi,” tutur Ranti.
Melalui PKMTM III ini, PW IPM Lampung berharap lahir kader-kader madya yang tidak hanya matang secara struktural, tetapi juga kuat secara ideologis, berdaya inovatif, serta siap menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan pelajar, masyarakat, dan persyarikatan Muhammadiyah. (Red)


0 Komentar