Kegiatan Manasik Haji Calon Jamaah Haji Pemberangkatan Tahun 2026 dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 calon jamaah haji, dilaksankan di masjid Al Hajri unit 2 Banjar Agung. Hal ini menjadi bagian dari upaya pembekalan awal agar jamaah memiliki kesiapan pengetahuan, pemahaman, serta mental spiritual sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Manasik haji ini dibimbing oleh Sidik Saiful Anwar, S.Ag, serta dihadiri oleh Ketua LPHU sekaligus anggota Pleno PDM, Bapak Rosidin, dan Bapak Marzuki. Kehadiran para pengurus tersebut menunjukkan komitmen dalam mendampingi dan memastikan kesiapan calon jamaah haji.
Dalam penyampaian materi, pembimbing manasik menekankan pentingnya memahami larangan ihram sebagai bagian mendasar dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Larangan ihram dijelaskan sebagai hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama berihram dengan tujuan menjaga kesucian, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah. Jamaah juga diberikan penjelasan mengenai konsekuensi pelanggaran larangan ihram, yakni kewajiban membayar fidyah sebagai bentuk tebusan atau denda agar ibadah tetap sah atau dapat diperbaiki sesuai ketentuan syariat.
Selain itu, peserta manasik juga dibekali pemahaman tentang hadyu, yaitu hewan ternak yang disembelih di Tanah Haram sebagai bagian dari ibadah haji, khususnya bagi jamaah haji Tamattu’ dan Qiran. Materi ini disampaikan agar jamaah memahami kewajiban dan ketentuan ibadah secara menyeluruh, tidak hanya pada praktik rukun haji, tetapi juga aspek konsekuensinya.
Sementara itu, Ketua KBHU Ar Muzna, Hatta, menyampaikan pesan dan harapannya agar manasik haji benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh calon jamaah. “Melalui bimbingan manasik haji yang kita berikan, saya berharap seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat dapat memperoleh ilmu dan tuntunan dalam melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tata cara dan manasik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman yang baik sejak manasik akan membantu jamaah lebih tenang, tertib, dan mandiri dalam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan bekal manasik yang cukup, jamaah diharapkan mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan benar dan khusyuk. Melalui kegiatan manasik ini, diharapkan seluruh calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat serta meraih haji yang mabrur. (Joko)


0 Komentar