PCM Meraksa Aji Gelar Kajian Himpunan Putusan Tarjih tentang Tuntunan Shalat

 


Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Meraksa Aji menyelenggarakan kajian keislaman pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di lingkungan PCM Meraksa Aji. Kegiatan ini mengangkat tema “Himpunan Putusan Tarjih tentang Bab Tuntunan Shalat”, dengan penguatan materi bertajuk “Jaga Diri dan Keluarga dari Siksa Neraka”. Kajian tersebut disampaikan oleh Ustadz Thoyib sebagai penceramah.

Kajian ini diikuti oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari 30 jamaah perempuan dan 20 jamaah bapak-bapak. Para peserta tampak antusias mengikuti kajian yang bertujuan memperdalam pemahaman ibadah shalat sesuai tuntunan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, sekaligus memperkuat kesadaran akan tanggung jawab menjaga diri dan keluarga dalam kehidupan beragama.

Dalam penyampaian materinya, Ustadz Thoyib menjelaskan bahwa Himpunan Putusan Tarjih merupakan pedoman penting bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ibadah secara benar, lurus, dan berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah. Menurut beliau, shalat adalah ibadah utama yang menjadi tolok ukur kualitas keislaman seseorang, sehingga harus dilaksanakan sesuai tuntunan yang sahih dan dipahami dengan baik.


Ustadz Thoyib menekankan bahwa shalat yang benar tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga harus mampu membentuk kepribadian yang bertakwa dan berakhlak mulia. Ia menguraikan secara ringkas namun mendalam tentang syarat dan rukun shalat, mulai dari niat yang ikhlas dalam hati, pelaksanaan gerakan shalat yang tertib, hingga pentingnya menjaga kekhusyukan dan ketenangan dalam setiap rakaat.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa kesalahan-kesalahan kecil dalam shalat sering kali dianggap sepele, padahal berdampak pada kualitas ibadah. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk terus belajar dan memperbaiki pelaksanaan shalat sesuai dengan tuntunan yang telah diputuskan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Pada sesi lanjutan, Ustadz Thoyib menyampaikan nasihat keimanan dengan tema “Jaga Diri dan Keluarga dari Siksa Neraka”. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa tanggung jawab seorang muslim tidak hanya terbatas pada keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga mencakup keluarga yang berada dalam tanggungannya. Shalat yang terjaga, menurut beliau, merupakan benteng utama dalam melindungi diri dan keluarga dari perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah.

Beliau mengajak para jamaah untuk menjadikan rumah tangga sebagai pusat pendidikan iman, dengan membiasakan shalat tepat waktu, menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, serta memberi teladan yang baik dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, keluarga dapat tumbuh menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Suasana kajian berlangsung khidmat dan penuh perhatian. Para peserta aktif menyimak materi yang disampaikan, serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman seputar praktik shalat dan pembinaan keluarga dalam perspektif Islam.

Melalui kegiatan kajian ini, PCM Meraksa Aji berharap dapat meningkatkan pemahaman keagamaan warga Muhammadiyah, khususnya dalam hal ibadah shalat dan tanggung jawab keluarga. Kajian ini juga menjadi bagian dari upaya dakwah pencerahan Muhammadiyah agar ajaran Islam dapat diamalkan secara benar, seimbang, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. (Joko)

Posting Komentar

0 Komentar