“Mohon untuk seluruh anggota KOKAM se-Kabupaten Sleman untuk bisa membantu PAM dalam kegiatan Muhammad Sleman Expo #1. Kehadiran kita sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan kondusif,” tegas Pupud Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (10/1).
Selain fokus pada area pameran di Sleman City Hall, tugas besar menanti pada hari terakhir rangkaian acara. Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memadati Lapangan Denggung, Sleman, untuk mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah”.
“Untuk kegiatan Senam Bahagia di Lapangan Denggung, dibutuhkan minimal 60 personel KOKAM yang bertugas khusus di area tersebut. Fokus kita adalah pengaturan arus massa dan pengawalan jalannya acara agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” tambah Pupud.
Mengenai ketentuan teknis di lapangan, pimpinan KOKAM menetapkan penggunaan atribut resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh personel diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Siaga (PDS) KOKAM Lengkap atau menyesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan kewajiban utama mengenakan sepatu demi menjaga profesionalisme dan performa saat bertugas.
Keterlibatan KOKAM dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). MSE #1 sendiri merupakan ajang unjuk kekuatan ekonomi, pendidikan, dan kreativitas warga Muhammadiyah Sleman, sehingga stabilitas di lokasi acara menjadi prioritas utama.
Dengan koordinasi yang solid antar-cabang dan ranting di bawah komando KOKAM Daerah Sleman, diharapkan perhelatan perdana expo ini sukses secara penyelenggaraan dan memberikan dampak luas bagi syiar Islam berkemajuan. (arief hartanto/mpi pdm sleman)


0 Komentar