الحمدُ للهِ ربِّ العالمين،
نحمدُهُ ونستعينُهُ ونستغفرُهُ،
ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسِنا ومن سيئاتِ أعمالِنا.
أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحدهُ لا شريكَ له،
وأشهدُ أن محمدًا عبدُهُ ورسولُهُ.
Hadirin rahimakumullāh,
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah ibadah pendidikan, yang membentuk manusia agar menjadi pribadi yang bertakwa, jujur, dan berakhlak mulia.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(البقرة: ١٨٣)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah takwa. Takwa berarti kesadaran penuh bahwa Allah selalu mengawasi kita, baik saat sendiri maupun di tengah keramaian.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Puasa melatih kita untuk mengendalikan diri. Saat berpuasa, kita mampu menahan sesuatu yang halal, maka seharusnya kita lebih mampu menahan diri dari yang haram: dusta, ghibah, kemarahan, dan perbuatan zalim.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(رواه البخاري)
Artinya, puasa tidak bernilai di sisi Allah jika tidak membentuk akhlak dan perilaku yang baik. Inilah pesan penting agar puasa tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi berbuah pada perubahan sikap dan perbaikan karakter.
Jamaah sekalian,
Dalam perspektif Muhammadiyah, puasa harus melahirkan kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Orang yang berpuasa semestinya lebih peka terhadap penderitaan sesama, lebih jujur dalam bekerja, dan lebih bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Puasa juga mengajarkan kejujuran, karena hanya Allah yang mengetahui apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Dari sinilah lahir pribadi yang amanah, disiplin, dan berintegritas.
Hadirin rahimakumullāh,
Marilah kita jadikan puasa sebagai sarana pembersihan jiwa, penguatan iman, dan pembaruan niat hidup. Semoga puasa kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadikan kita manusia yang lebih baik bagi lingkungan sekitar.
Sebagai penutup, marilah kita berdoa:
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا وَأَعْمَالَنَا
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
واللهُ أعلمُ بالصواب.

0 Komentar