SINYALMU.ID, Lampung — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menegaskan komitmennya mempercepat implementasi Sistem Aplikasi Terpadu Muhammadiyah (SatuMu) di seluruh wilayah Lampung. Penegasan itu mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Implementasi SatuMu yang digelar di Gedung Dakwah PWM Lampung, Jumat, 16 Januari 2026, dan ditutup secara resmi pada akhir kegiatan.
Kegiatan ToT ini merupakan bagian dari strategi Muhammadiyah Lampung dalam mewujudkan Satu Data Muhammadiyah, yakni sistem tata kelola organisasi yang terintegrasi, tertib administrasi, dan berbasis digital. Peserta ToT berasal dari berbagai unsur strategis persyarikatan, mulai dari Ketua dan Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Lampung, LPCR PM, Ketua dan Sekretaris PDM se-Lampung, hingga para verifikator, agen SatuMu, dan operator di tingkat wilayah dan daerah.
Pleno PWM Lampung, Zamhari, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Menurut dia, Muhammadiyah harus hadir secara aktif dalam arus perubahan tersebut. “SatuMu adalah gerbang layanan digital Muhammadiyah. Di dalamnya ada pengelolaan organisasi, keanggotaan, iuran, hingga berbagai layanan lain yang terintegrasi,” ujarnya.
Dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas, hadir secara daring. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem SatuMu. Menurutnya, Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), e-KTAM, IuranMu, hingga Jaringan Informasi dan Dokumen Hukum (JDIH) merupakan fondasi penting dalam membangun satu data persyarikatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara nasional. Ia berharap implementasi SatuMu di daerah memiliki kesamaan visi dan arah.
Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis. Mulai dari proses verifikasi data, peran agen SatuMu, hingga praktik langsung pemanfaatan aplikasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang modern dan transparan. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan antusiasme peserta.
Pada sesi penutupan, Ketua PWM Lampung Prof. Sudarman menyampaikan apresiasi khusus kepada para peserta, terutama dari MPI PDM se-Lampung. Ia menilai kehadiran dan partisipasi aktif peserta mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya pembenahan sistem organisasi berbasis data.
Namun, Prof. Sudarman mengingatkan bahwa ToT tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong adanya tindak lanjut konkret di tingkat daerah. “Pelatihan ini harus diduplikasi di masing-masing PDM. Jangan lama-lama. Maksimal dua pekan dari sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan implementasi SatuMu hanya akan berhasil jika disertai aksi nyata dan komitmen kolektif. Dengan sumber daya yang telah dilatih di tingkat wilayah, PDM diharapkan segera bergerak mengonsolidasikan data dan sistem di cabang serta ranting.
Penutupan ToT SatuMu ini menandai langkah lanjutan Muhammadiyah Lampung dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih rapi, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan era digital. (Sidiq)

0 Komentar