Sebagai intelektual muda dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Yoga memadukan pemikiran akademik dengan gerakan nyata di tengah masyarakat. Ia dikenal luas sebagai aktivis literasi, pegiat pendidikan akar rumput, sekaligus kader Pemuda Muhammadiyah yang aktif menyuarakan isu-isu kepemudaan dan kemajuan sosial.
Riwayat Pendidikan
Perjalanan pendidikan Yoga Hasdi Ariantoro menunjukkan konsistensi dan keseriusan dalam dunia pendidikan. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Pagar Buana, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Way Serdang. Semasa SMA, Yoga menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Way Jepara, yang menjadi salah satu ruang awal pembentukan karakter religius, kepemimpinan, dan semangat berorganisasi dalam dirinya.
Minatnya pada dunia pendidikan membawanya melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro). Setelah itu, ia memperdalam kapasitas keilmuannya dengan menempuh pendidikan Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro.
Sebagai bentuk penguatan profesionalisme guru, Yoga juga menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas PGRI Palembang, yang semakin melengkapi kompetensinya sebagai pendidik yang adaptif dan berorientasi mutu.
Kiprah di Dunia Literasi
Nama Yoga Hasdi Ariantoro dikenal luas di kalangan pegiat literasi Lampung sebagai sosok yang gigih mengampanyekan pentingnya budaya baca di tingkat masyarakat akar rumput. Ia meyakini bahwa perubahan besar dalam peradaban bangsa harus dimulai dari kebiasaan membaca di lingkup terkecil, yakni keluarga dan desa.
Atas dasar keyakinan tersebut, Yoga menjadi salah satu pelopor gerakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di tingkat tiyuh (desa) di Tulang Bawang Barat. Melalui inisiatif ini, ia mendorong hadirnya ruang-ruang baca yang inklusif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Baginya, TBM bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi pusat tumbuhnya kesadaran kritis, kreativitas, dan harapan masa depan generasi muda desa.
Dedikasi dan ketulusannya dalam menggerakkan literasi mendapat pengakuan nasional ketika ia dianugerahi Penghargaan Satrio Mahaling dari Indonesia Mengajar. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memiliki komitmen tinggi, kerja nyata, dan dampak signifikan dalam memajukan pendidikan di daerah.
Kepemudaan, Pendidikan dan Sosial
Selain aktif di dunia literasi, Yoga Hasdi Ariantoro juga memegang peran strategis dalam Pemuda Muhammadiyah Lampung. Kiprahnya di organisasi otonom Muhammadiyah ini menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda yang religius, kritis, dan berkemajuan.
Dalam berbagai forum kepemudaan, diskusi publik, dan kegiatan pengkaderan, Yoga kerap tampil sebagai narasumber yang menyuarakan isu-isu pendidikan, kepemimpinan pemuda, literasi, serta pemberdayaan masyarakat. Ia dikenal sebagai kader yang mampu menjembatani pemikiran akademik dengan realitas sosial, serta mendorong pemuda agar tidak apatis terhadap persoalan bangsa.
Dalam kesehariannya, Yoga tetap bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan formal. Ia terlibat dalam pengelolaan yayasan pendidikan, pendampingan program sekolah, serta menjadi tenaga ahli dalam bidang administrasi dan manajemen pendidikan. Kombinasi antara peran sebagai praktisi pendidikan dan aktivis sosial menjadikannya figur pemuda yang utuh tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak.
Ia percaya bahwa pendidikan tidak cukup hanya dibicarakan di ruang seminar, melainkan harus dihadirkan secara nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Prinsip inilah yang membuatnya konsisten merawat “nyala api pengetahuan” di berbagai ruang, baik di sekolah, TBM, maupun organisasi.
Yoga Hasdi Ariantoro, M.Pd. adalah representasi pendidik muda berkemajuan yang menempatkan ilmu sebagai alat pembebasan dan pengabdian. Dengan latar belakang akademik yang kuat, kepedulian sosial yang tinggi, serta militansi dalam gerakan literasi dan kepemudaan, ia terus berikhtiar menghadirkan perubahan dari desa untuk Indonesia. Bagi Yoga, pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup untuk menumbuhkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

0 Komentar