Kekurangan Dokter Hewan di Indonesia Masih 15 Ribu, UM Metro Buka S1 Kedokteran Hewan dengan Diskon IPI 35 Persen

 


METRO – Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga dokter hewan yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu orang. Di tengah kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi (Prodi) S1 Kedokteran Hewan Gelombang I hingga 31 Agustus 2026.

Menariknya, dalam momentum Milad Fakultas Kedokteran UM Metro, kampus memberikan potongan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar 35 persen bagi mahasiswa baru Prodi Kedokteran Hewan.

Program ini menjadi peluang bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia kedokteran hewan sekaligus mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan tenaga veteriner di Indonesia.

Prodi S1 Kedokteran Hewan UM Metro hadir dengan pembinaan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM). Kehadiran program studi ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tenaga dokter hewan yang kompeten dan profesional.

Kebutuhan dokter hewan di Indonesia saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan jumlah tenaga yang tersedia. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), jumlah dokter hewan berada pada kisaran 13.500–15.000 orang. Sementara itu, kebutuhan minimal nasional diperkirakan mencapai sekitar 30.000 dokter hewan.

Artinya, Indonesia masih membutuhkan sedikitnya sekitar 15.000 dokter hewan. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga distribusi tenaga veteriner yang belum merata di berbagai wilayah.

Kebutuhan dokter hewan juga semakin luas, mulai dari sektor peternakan, kesehatan hewan kesayangan, kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan, pengendalian penyakit hewan menular dan zoonosis, hingga penerapan konsep One Health.

Kepala Unit Marketing UM Metro, Refai, mengatakan kehadiran Prodi Kedokteran Hewan di UM Metro diharapkan menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan tenaga veteriner di Indonesia.

“Untuk itu, keberadaan Program Studi Kedokteran Hewan di UM Metro selain menjawab kebutuhan nasional dengan menyiapkan calon dokter-dokter hewan profesional, juga sekaligus menciptakan dokter hewan yang beriman dan beramal saleh,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan kedokteran hewan di UM Metro tidak hanya menekankan kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang veteriner, tetapi juga mempunyai integritas dan kepedulian sosial dalam menjalankan profesinya.

Ada Diskon IPI 35 Persen

Kesempatan menarik diberikan UM Metro bagi calon mahasiswa yang mendaftar pada Gelombang I. Dalam rangka Milad Fakultas Kedokteran UM Metro, calon mahasiswa mendapatkan potongan IPI sebesar 35 persen.

Setelah mendapatkan potongan tersebut, biaya pendidikan yang ditawarkan tercatat sebesar Rp48.760.000 untuk enam semester. Calon mahasiswa juga dapat mengamankan kursi dengan pembayaran awal sebesar Rp15 juta.

Pendaftaran Gelombang I dibuka hingga 31 Agustus 2026. Setelah itu, calon mahasiswa akan mengikuti tahapan seleksi berkas berupa rapor yang telah dilegalisir serta tes wawancara pada 1 September 2026.

Hasil seleksi berkas dan wawancara dijadwalkan diumumkan pada 3 September 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti Computer-Based Test (CBT) secara offline pada 7 September 2026, dengan pengumuman hasil CBT pada 8 September 2026.

Calon mahasiswa yang tertarik dapat melakukan pendaftaran sekaligus memperoleh informasi lebih lengkap melalui laman penmaru.ummetro.ac.id.

Informasi juga dapat diperoleh melalui narahubung Ardian melalui WhatsApp di nomor +62 858-9666-6588.

UM Metro mengajak calon mahasiswa, keluarga besar Muhammadiyah, serta masyarakat Lampung dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dengan pembinaan dari FKH UGM, kebutuhan dokter hewan nasional yang masih tinggi, serta perpaduan kompetensi profesional dan nilai keislaman, Prodi S1 Kedokteran Hewan UM Metro diharapkan menjadi pilihan pendidikan bagi generasi muda yang ingin berkiprah di bidang kesehatan hewan, peternakan, kesehatan masyarakat, dan sektor veteriner lainnya. (Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar