Pimda 240 Ogan Ilir dan Perwil Mesir Serukan Penguatan Bahasa Asing

 


Semarang 9 Agustus 2026 — Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung di UNIMUS Semarang, 6–9 Agustus 2026, berjalan khidmat dan lancar. Pimpinan Daerah 240 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, turut ambil bagian dengan mengutus peserta dalam agenda permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.

Muktamar XVI menjadi momentum penting bagi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam menentukan arah organisasi untuk lima tahun mendatang. Salah satu agenda utama dalam Muktamar adalah pemilihan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031.
Pimda 240 Ogan Ilir menilai pelaksanaan Muktamar berjalan dengan baik, baik dari sisi kepanitiaan maupun keaktifan peserta.

“Pelaksanaan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke-16 di Kota Semarang berlangsung dengan penuh khidmat. Baik panitia maupun peserta, semuanya berjalan lancar,” ujar Marta Pujiono, P.Ma
berharap kepengurusan Pimpinan Pusat Tapak Suci periode 2026–2031 dapat memperkuat pengembangan organisasi dan memperluas kiprah Tapak Suci secara global

Tapak Suci saat ini telah berkembang di berbagai Negara, Karena itu, kepengurusan baru PP.Tapak Suci diharapkan mampu menjadikan perkembangan tersebut sebagai pijakan untuk memperluas keberadaan Tapak Suci di tingkat global ujarnya

Pimda 240 Ogan Ilir juga memberikan apresiasi terhadap panitia Muktamar XVI. Pelayanan terhadap peserta serta pelaksanaan agenda dinilai telah berjalan secara tertib dan terkoordinasi.

Selain itu, Tapak Suci juga dinilai perlu terus melakukan pembaruan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Modernisasi organisasi dianggap penting agar Tapak Suci tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perguruan.

Tapak Suci Putera Muhammadiyah harus terus meng-update kegiatan-kegiatannya sesuai perkembangan zaman dan teknologi. Dengan begitu, ke depan diharapkan terjadi peningkatan yang signifikan,” ungkapnya. Salah satu gagasan yang disampaikan Pimda 240 Ogan Ilir dan Perwil Mesir dalam pengembangan Tapak Suci adalah penguatan kemampuan bahasa asing bagi kader dan pelatih.

Gagasan tersebut dituangkan di Komisi Rekomendasi oleh Pendekar Irfan dinilai penting seiring dengan semakin luasnya perkembangan Tapak Suci di luar negeri.
“Kami berharap dalam kepengurusan Pimpinan Pusat ada bidang atau program yang membidangi bahasa asing. Ketika kader atau pelatih melakukan kegiatan ke luar negeri, bahasa menjadi alat komunikasi yang sangat penting,” ujarnya.

Irfan Perwil Mesir mengungkapkan kemampuan berbahasa asing bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian dari kesiapan kader dalam menjalankan misi pengembangan Tapak Suci di tingkat internasional.

Irfan mendorong adanya lembaga pelatihan bahasa asing Melalui Bidang Luar Negri Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu para pelatih dan kader apalagi untuk mendapat lisensi Pelatih dan Wasit Juri Internasional salah satu syarat adalah bisa berbahasa Asing 

“Ketika kita berhadapan dengan masyarakat di Timur Tengah tentu berbeda dengan ketika berhadapan dengan masyarakat di Asia Tenggara maupun Eropa atau negara lainnya. Karena itu, mahir penggunaan bahasa asing sangat diperlukan bagi kader yang akan memberikan ilmu dan mengembangkan Tapak Suci di negara-negara tersebut,” katanya.

Dan Kami ucapan selamat atas terpilihnya Pak Afnan Hadikusumo sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031
Pimda 240 Ogan Ilir dan Perwil Mesir berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan prestasi, memperluas kaderisasi, serta membawa Tapak Suci semakin siap menghadapi perkembangan internasional.

Semoga amanah dan mampu membawa Tapak Suci semakin modern, mandiri, berprestasi, dan mendunia,” pungkasnya.(MP)

Posting Komentar

0 Komentar