Profil Singkat 9 Formatur Terpilih di Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah

 




SEMARANG – Pemilihan formatur Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah telah menghasilkan sembilan nama yang akan menjadi penentu konfigurasi kepemimpinan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah (PP TSPM) periode mendatang. Yang berlangsung di universitas Muhammadiyah Semarang 6-9 Agustus 2026.

Mereka tidak hanya dipilih berdasarkan popularitas, tetapi juga merepresentasikan pengalaman panjang dalam organisasi, kependekaran, pembinaan prestasi, pendidikan tinggi, serta kepemimpinan Muhammadiyah.

Menariknya, perolehan suara menunjukkan jarak yang relatif tipis pada sejumlah posisi. Namun, setelah sembilan formatur ditetapkan, setiap formatur memiliki posisi strategis dalam forum yang akan menentukan kepemimpinan PP TSPM.

Berikut profil sembilan formatur berdasarkan rekam jejak digital 9 formatur:


1. M. Afnan Hadikusumo, P.Br.

528 suara — Peraih suara terbanyak

M. Afnan Hadikusumo merupakan salah satu figur senior dalam perjalanan Tapak Suci. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Dalam berbagai kegiatan nasional, Afnan tampil sebagai salah satu figur utama dalam pengembangan organisasi dan pembinaan Tapak Suci.

Rekam jejaknya tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi. Afnan juga aktif menyuarakan pentingnya Tapak Suci sebagai perguruan seni bela diri yang memiliki fungsi kaderisasi dan dakwah Muhammadiyah.

Dalam perkembangan prestasi olahraga, Afnan juga tampil dalam agenda pembinaan atlet. Ketika Tapak Suci menjadi juara umum PON Beladiri 2025, ia menekankan capaian tersebut sebagai hasil pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Profil singkat:

Jabatan Tapak Suci: Ketua Umum PP TSPM pada periode sebelumnya.

Kepakaran/rekam jejak: kepemimpinan organisasi, kaderisasi dan pembinaan Tapak Suci.

Posisi Muktamar XVI: peringkat pertama.

Perolehan: 528 suara.

Dengan pengalaman sebagai mantan Ketua Umum sekaligus peraih suara terbanyak, Afnan memiliki modal politik-organisasional yang kuat dalam bursa kepemimpinan.


2. Dr. Rony Syaifullah, S.Pd., M.Pd., P.Ua.

510 suara — Akademisi dan penggerak prestasi

Rony Syaifullah memiliki profil yang cukup berbeda. Selain aktif di Tapak Suci, ia merupakan akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) di bidang keolahragaan.

Profil resmi Fakultas Keolahragaan UNS mencatat Rony sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Fakultas Keolahragaan UNS. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Pendidikan Jasmani di UNS, kemudian pendidikan magister dan doktoral di bidang olahraga.

Di lingkungan Tapak Suci, Rony tercatat sebagai Wakil Ketua PP Tapak Suci. Ia juga aktif dalam pembinaan atlet dan pencak silat.

Rekam akademiknya cukup kuat. Ia terlibat dalam penelitian mengenai model pembelajaran untuk melatih pencak silat Tapak Suci dan memiliki rekam publikasi ilmiah di bidang olahraga.

Dalam pembinaan prestasi, Rony juga aktif mendampingi atlet Tapak Suci. Saat Tapak Suci meraih juara umum PON Beladiri 2025, ia menyebut prestasi tersebut sebagai hasil kerja para pelatih, kader dan pendekar.

Profil singkat:

Jabatan akademik: Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Fakultas Keolahragaan UNS.

Jabatan Tapak Suci: Wakil Ketua PP TSPM.

Bidang keahlian: pendidikan olahraga, kepelatihan dan pencak silat.

Rekam jejak: akademisi, peneliti dan pembina atlet.

Perolehan: 510 suara.

Rony dengan demikian membawa kombinasi akademik, kepelatihan dan kepemimpinan organisasi.


3. H. M. Shiddiq, S.P., P.Br.

452 suara — Pengalaman internal PP TSPM

M. Shiddiq merupakan salah satu figur yang memiliki pengalaman panjang di struktur pusat Tapak Suci.

Data digital menunjukkan Shiddiq pernah dipercaya sebagai Ketua I Bidang Pendidikan dan Keilmuan Pimpinan Pusat Tapak Suci. Dalam kapasitas tersebut, ia aktif menyampaikan gagasan mengenai pengembangan Tapak Suci dalam sistem pendidikan Muhammadiyah

Dalam forum pendidikan Muhammadiyah, Shiddiq juga mendorong penguatan Tapak Suci sebagai bagian dari pendidikan holistik, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah dan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Pengalaman di bidang pendidikan dan keilmuan menjadi salah satu kekuatan Shiddiq.

Profil singkat:

Jabatan Tapak Suci: Ketua I Bidang Pendidikan dan Keilmuan PP TSPM pada periode sebelumnya.

Fokus: pendidikan, keilmuan dan kaderisasi.

Rekam jejak: pengurus pusat dan penggerak integrasi Tapak Suci dalam pendidikan Muhammadiyah.

Posisi Muktamar: peringkat ketiga.

Perolehan: 452 suara.

Posisi tiga besar menunjukkan bahwa Shiddiq memiliki dukungan kuat dari peserta Muktamar.


4. Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd., P.Ua.

386 suara — Representasi Lampung

Jazim Ahmad menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian keluarga besar Muhammadiyah Lampung.

Ia memperoleh 386 suara dan menempati posisi keempat. Jazim menjadi satu-satunya formatur dari Lampung yang berhasil masuk sembilan besar.

Di lingkungan Tapak Suci, Jazim dikenal sebagai Ketua Wilayah 11 Tapak Suci Provinsi Lampung. Jabatan tersebut tercatat dalam publikasi Universitas Lampung ketika ia menghadiri Unila Cup IV National Open 2024.

Namun rekam jejak Jazim tidak berhenti pada organisasi bela diri.

Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Metro periode 2019–2023. Sebelum menjadi rektor, Jazim menjalani karier sebagai Wakil Rektor III UM Metro selama dua periode, bidang yang berkaitan dengan kemahasiswaan.

Saat menjadi rektor, Jazim terlibat dalam pengembangan kelembagaan UM Metro. Pada akhir masa kepemimpinannya, jumlah program studi UM Metro disebut meningkat dari 24 menjadi 30 program studi.

Ia juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Matematika UM Metro. Dalam kepemimpinannya, Jazim mendorong visi kampus yang menempatkan nilai Islam sebagai fondasi pengembangan perguruan tinggi.

Profil singkat:

Jabatan Tapak Suci: Ketua Wilayah XI Tapak Suci Lampung.

Jabatan akademik/kelembagaan: mantan Rektor UM Metro 2019–2023.

Jabatan sebelumnya: Wakil Rektor III UM Metro selama dua periode.

Bidang akademik: Pendidikan Matematika.

Rekam jejak: kepemimpinan perguruan tinggi, kemahasiswaan, Muhammadiyah dan Tapak Suci.

Perolehan: 386 suara.

Profil inilah yang membuat Jazim memiliki kombinasi kepemimpinan akademik dan organisasi yang cukup menonjol di antara sembilan formatur.


5. Dr. Ir. H. M. Wafid Agung Novianto, M.Sc., P.Ua.

378 suara — Dewan Pendekar Jawa Barat

Wafid Agung Novianto memiliki posisi penting dalam dunia kependekaran Tapak Suci.

Dalam tulisannya yang dimuat Suara Muhammadiyah menjelang Muktamar XVI, ia tercatat sebagai Ketua Dewan Pendekar Pimpinan Wilayah VII Tapak Suci Jawa Barat.

Wafid juga aktif menulis dan menyampaikan gagasan tentang arah masa depan Tapak Suci. Ia menyoroti tantangan modernisasi, globalisasi dan pentingnya mempertahankan identitas spiritual serta nilai dasar Tapak Suci.

Profil singkat:

Jabatan Tapak Suci: Ketua Dewan Pendekar Pimwil VII Jawa Barat.

Status kependekaran: Pendekar Utama.

Bidang akademik/profesional: berlatar belakang akademik dan profesional bidang teknik/geosains.

Rekam jejak: kependekaran, pembinaan dan pemikiran strategis Tapak Suci.

Perolehan: 378 suara.

Wafid menjadi salah satu formatur yang membawa perspektif kependekaran dan pengembangan organisasi.


6. Abas Akbar, S.E., M.M., P.Ua.

373 suara — Pendekar dan pembina Tapak Suci

Abas Akbar memperoleh 373 suara, hanya terpaut lima suara dari Wafid.

Ia dikenal sebagai salah satu figur dalam lingkungan kependekaran Tapak Suci. Rekam digital yang tersedia menunjukkan keterlibatannya dalam pembinaan dan aktivitas Tapak Suci.

Untuk jabatan struktural terakhirnya di PP TSPM, belum ditemukan sumber terbuka yang cukup kuat untuk memastikan nomenklatur jabatan secara spesifik. Karena itu, secara jurnalistik lebih aman menempatkannya sebagai pendekar dan pembina Tapak Suci, bukan menyebut jabatan struktural yang belum terkonfirmasi.

Profil singkat:

Jabatan/posisi: Pendekar/pembina Tapak Suci.

Latar akademik: S.E., M.M.

Rekam jejak: kependekaran dan pembinaan.

Perolehan: 373 suara.

Dengan selisih suara yang sangat tipis dari Wafid, posisi Abas menunjukkan kuatnya dukungan terhadap dirinya dalam forum Muktamar.


7. Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.S., I.P.U., ASEAN.Eng., P.Ua.

322 suara — Mantan Ketua Tapak Suci Jawa Timur

Sasmito Djati merupakan figur dengan kombinasi akademik, profesional dan kependekaran.

Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah II Tapak Suci Jawa Timur. Dalam forum sarasehan pendekar Tapak Suci Jawa Timur, Sasmito menyampaikan gagasan mengenai reaktualisasi ideologi Tapak Suci serta penguatan peran perguruan sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah.

Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa Sasmito tidak hanya berpengalaman dalam struktur organisasi, tetapi juga terlibat dalam pembahasan arah pembinaan Tapak Suci di tingkat nasional.

Profil singkat:

Jabatan Tapak Suci: Ketua Umum Pimwil II Tapak Suci Jawa Timur pada periode sebelumnya.

Status kependekaran: Pendekar Utama.

Gelar akademik/profesional: Prof., Ir., M.S., I.P.U., ASEAN.Eng.

Rekam jejak: kepemimpinan wilayah, kependekaran, akademik dan pengembangan organisasi.

Perolehan: 322 suara.


8. H. Mus Suherman, P.Ua.

313 suara — Pengalaman kepemimpinan wilayah

Mus Suherman memperoleh 313 suara dan menjadi salah satu dari sembilan formatur yang kini menentukan konfigurasi PP TSPM.

Ia memiliki rekam jejak dalam struktur kepemimpinan Tapak Suci di Jawa Barat dan dikenal sebagai salah satu figur kependekaran.

Namun, sebagaimana Abas Akbar, jabatan struktural terakhir Mus Suherman yang paling mutakhir belum cukup kuat ditemukan dalam sumber digital terbuka. Karena itu, untuk berita sebaiknya tidak menyematkan jabatan aktif tertentu tanpa dokumen organisasi terbaru.

Profil singkat:

Posisi: figur/pengurus dan pendekar Tapak Suci.

Rekam jejak: kepemimpinan dan pembinaan organisasi di tingkat wilayah.

Perolehan: 313 suara.

Kehadirannya tetap penting karena setiap anggota formatur memiliki posisi strategis dalam proses penentuan kepemimpinan.



Posting Komentar

0 Komentar