Paket tersebut dihimpun dari gerakan beras sejimpit yang dibawa siswa setiap Jumat serta sedekah subuh yang dikumpulkan secara rutin. Dari donasi sederhana itu, tumbuh gerakan kepedulian sosial yang melibatkan para siswa sejak dini.
Kepala SD Muhammadiyah Buya HAMKA Metro, Bekti Ayuningtyas, mengatakan program Paket Cinta HAMKA menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa, khususnya dalam menanamkan kepedulian dan kebiasaan berbagi.
“Melalui program ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak. Dari beras sejimpit dan sedekah yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, ternyata dapat menjadi manfaat bagi saudara-saudara kita,” ujarnya.
Menurut Bekti, perkembangan SDMu HAMKA juga tidak terlepas dari kehendak Allah SWT serta dukungan para dermawan.
Karena itu, ia berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang terbiasa berbagi, peduli, dan mengambil bagian dalam berbagai gerakan kebaikan.
“Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah dan keberkahan bagi semua,” katanya.
Dalam proses pentasyarufan, Lazismu Kota Metro turut memfasilitasi kendaraan untuk mendukung pengangkutan dan penyaluran paket kepada penerima manfaat.
Ketua Lazismu Kota Metro, H. Bekti Satriadi, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus membangun kebiasaan berbagi di kalangan anak-anak.
“Kami mengapresiasi semangat berbagi yang ditanamkan SDMu HAMKA kepada para siswa. Lazismu siap mendukung proses pentasyarufan sehingga bantuan yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap gerakan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia menambahkan bahwa, melalui Paket Cinta HAMKA, siswa tidak hanya belajar bersedekah, tetapi juga memahami bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal kecil, dilakukan bersama, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
(Guswir)
0 Komentar