KSMN II menjadi ajang pertemuan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.700 peserta yang terdiri atas 1.500 santri dan 200 pembimbing.
Bagi PontrenMu At-Tanwir Metro, keikutsertaan tersebut bukan sekadar mengirim kontingen ke agenda nasional.
KSMN menjadi ruang bagi para santri untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat kedisiplinan, kemandirian, sportivitas, serta memperluas pengalaman dan ukhuwah dengan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Kontingen At-Tanwir dilepas dari PontrenMu At-Tanwir Putri, Sabtu (19/9/2026).
Kontingen terdiri atas dua regu, yakni Regu Melati jenjang SMP dan Regu Trensains jenjang SMA. Masing-masing regu beranggotakan 10 santri.
Ketiga pendamping yang turut membersamai kontingen adalah Siswoyo Eko Purnomo, Rian Muchammad Sobri, dan Fadhilah Sicilia Mahardika.
Regu Melati diperkuat Bazlin Haziqoh Yazid, Lidya Kholifatul Amanah, Najwa Ailani Khaliqa Dzhain, Naim Dhia Iffatma, Salwa Khoirunnisa, Nathania Alma Candra Kirana, Syakira Kamila, Nabila Azkia Mazarin, Salwa Fajar Nur Jannah, dan Nazwa Aqilah Khoirunnisa.
Sementara Regu Trensains terdiri atas Hayfa Dara Renata, Luthfia Khoirun Nikmah, Nadhifa Aulia Ulfah, Alfia Rahma Lavayza, Alya Izza At-Tauhid, Adellya Az-Zahra, Syifa Athila Khoirunnisa, Rahma Aulia Nisa, Aqela Anggraeni, dan Ananda Zahra Pratiwi.
Kepala Madrasah PontrenMu At-Tanwir Metro, Ade Pajar Mauludin, S.Pd., Gr., meminta para santri tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, karakter dan sikap selama mengikuti kegiatan juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan santri.
“Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Bawa nama baik PontrenMu At-Tanwir Metro, jaga disiplin, sportivitas, dan adab. Tunjukkan bahwa prestasi harus berjalan bersama dengan akhlak dan nilai-nilai Muhammadiyah,” pesannya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti KSMN dapat menambah kepercayaan diri dan kemandirian santri, sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan potensi mereka ketika kembali ke pesantren.
Direktur Utama PontrenMu At-Tanwir Metro, Ust. Dr. Sujino, mengatakan 20 santri yang diberangkatkan merupakan peserta pilihan yang dipercaya menjadi duta pesantren dalam ajang nasional tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan dua regu At-Tanwir sejalan dengan komitmen pesantren dalam membentuk kader yang disiplin, mandiri, dan berprestasi.
“Dua regu ini merupakan pilihan dari At-Tanwir. Mereka menjadi duta At-Tanwir untuk membawa nama pesantren di tingkat nasional. Harapannya tentu bisa memberikan yang terbaik, syukur-syukur meraih juara umum. Itu sudah menjadi tradisi PontrenMu At-Tanwir Metro sebagai pondok pesantren yang menjadi ladangnya prestasi,” ujarnya.
Ust. Dr. Sujino menilai pengalaman mengikuti kegiatan nasional seperti KSMN memiliki nilai penting bagi proses pendidikan santri. Mereka tidak hanya dituntut mampu berkompetisi, tetapi juga belajar beradaptasi, bekerja sama, menjaga kedisiplinan, dan membawa identitas pesantren dalam lingkungan yang lebih luas.
Meski demikian, ia kembali mengingatkan agar capaian perlombaan tidak menggeser nilai-nilai yang menjadi dasar pembinaan santri.
“Yang paling penting, berjuang dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik At-Tanwir, dan tunjukkan bahwa santri bisa disiplin, mandiri, berprestasi, serta tetap berakhlak,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak pesantren juga menyiapkan perjalanan edukatif bagi kontingen apabila mampu masuk tiga besar. Rencana perjalanan tersebut mencakup sejumlah kota, mulai dari Malang, Solo, Yogyakarta, Bandung hingga Jakarta.
“Kalau nanti mampu menjadi yang terbaik dan masuk tiga besar, insyaallah anak-anak akan kami ajak melakukan perjalanan wisata terbaik. Dari Malang, kemudian Solo, Jogja, Bandung, sampai Jakarta. Itu menjadi bentuk apresiasi sekaligus pengalaman bagi mereka,” katanya.
Menurutnya apresiasi tersebut bukan semata hadiah atas hasil kompetisi, tetapi bagian dari upaya memberikan pengalaman lebih luas kepada santri.
Ia berharap, dengan dua regu yang diperkuat 20 santri dan tiga pendamping, PontrenMu At-Tanwir Metro datang ke KSMN II dengan membawa nama pesantren sekaligus semangat untuk memberikan penampilan terbaik. Lebih dari itu, pengalaman di Malang diharapkan menjadi bagian dari proses panjang membentuk santri yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan berprestasi. (Guswir)
1 Komentar
❤️
BalasHapus