PESAWARAN — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung memberikan bantuan Rice Milling Unit (RMU) kepada Kelompok Tani Berkemajuan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan petani sekaligus dukungan terhadap pengolahan hasil pertanian dan kesinambungan produksi beras. Kegiatan berlangsung di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Senin, 28/9/2026.
Bantuan RMU diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto kepada kelompok tani. Hadir pula Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Lampung La Ode Muhammad Arif.
Dalam kesempatan tersebut, Bimo Epyanto menyampaikan pesan agar bantuan yang telah diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan RMU diharapkan tidak hanya mendukung proses penggilingan, tetapi juga memastikan kegiatan produksi beras tetap berlangsung dan tidak berhenti setelah fasilitas diterima.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung) Eddy Waluyo mengapresiasi dukungan Bank Indonesia kepada Kelompok Tani Berkemajuan Tegineneng yang merupakan kelompok binaan MPM PWM Lampung.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Lampung atas bantuan RMU kepada Kelompok Tani Berkemajuan Tegineneng. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil pertanian sekaligus memperkuat usaha kelompok tani,” kata Eddy.
Menurut Eddy, keberadaan fasilitas tersebut perlu disertai pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“MPM PWM Lampung akan melakukan pendampingan dari hulu hingga hilir, sehingga RMU dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.
RMU yang diberikan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 500 hingga 1.000 kilogram per jam. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk mengolah gabah hasil panen menjadi beras.
Pendampingan yang disiapkan MPM PWM Lampung mencakup rangkaian kegiatan pertanian dari sisi hulu hingga hilir. Penguatan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga pengolahan, pengelolaan usaha dan pemasaran hasil pertanian.
Lampung memiliki potensi besar dalam produksi padi. Pada 2025, produksi padi di provinsi tersebut tercatat sekitar 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen mencapai sekitar 596 ribu hektare.
Besarnya produksi tersebut membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan pascapanen agar hasil pertanian dapat diproses secara optimal. RMU di tingkat kelompok tani menjadi salah satu fasilitas yang dapat menunjang proses tersebut.
Melalui bantuan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Kelompok Tani Berkemajuan Tegineneng diharapkan mampu menjaga pemanfaatan RMU sekaligus mempertahankan kegiatan produksi beras.
Penyerahan fasilitas tersebut merupakan bagian dari dukungan Bank Indonesia terhadap program pemberdayaan dan penguatan kelompok tani di Lampung.
0 Komentar