Direktur PontrenMu At-Tanwir Metro, Dr. Ahmad Sujino, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan Tapak Suci tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Ia mengutip ungkapan, “Innamal umamul akhlaqu ma baqiyat, wa in humu dzahabat akhlaquhum dzahabu,” yang bermakna kejayaan suatu bangsa terletak pada akhlaknya. Ketika akhlak hilang, kejayaan bangsa pun dapat runtuh.
Menurut Sujino, pendidikan di pesantren diharapkan melahirkan kader yang teguh imannya, kuat fisiknya, serta berprestasi sesuai bidang masing-masing.
“Dari pendidikan inilah muncul seorang kader yang teguh imannya, kuat fisiknya, dan berprestasi dalam bidangnya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para santri bahwa setiap tindakan yang dilakukan saat ini akan menentukan masa depan mereka.
“Apa yang kamu lakukan hari ini adalah potretmu di masa yang akan datang,” pesannya.
Kegiatan Diksar Tapak Suci Berkemajuan ini dilaksanakan di dua lokasi. Santri putri mengikuti kegiatan di Pendopo Jogo Kali, Gedung Proklamasi, sedangkan santri putra dipusatkan di Lafutsa, Kampus 3 PontrenMu At-Tanwir Metro.
Materi pendidikan disampaikan oleh pemateri dari Pimpinan Wilayah 11 Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Lampung dan Pimpinan Daerah 147 Tapak Suci Kota Metro.
Melalui kegiatan ini, PontrenMu At-Tanwir Metro berharap para santri tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga tumbuh menjadi kader Muhammadiyah yang berakhlak mulia, disiplin, bermental tangguh, dan mampu mengembangkan prestasi serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
0 Komentar