Biografi Mohammad Syuhudie, BA

 

Mohammad Syuhudie, BA lahir di Madiun pada 18 Agustus 1928. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, sederhana, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan serta dakwah Islam. Semangat pengabdiannya kemudian menemukan jalannya melalui organisasi Muhammadiyah, yang menjadi medan perjuangan utama sepanjang hidupnya.

Ia resmi bergabung sebagai anggota Muhammadiyah pada tahun 1959, saat berusia 31 tahun. Pada masa itu, ia tinggal di Metro dan mulai aktif berperan dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan. Bagi dirinya, pendidikan merupakan sarana strategis untuk mencerdaskan umat dan membangun peradaban Islam yang berkemajuan.

Perjuangannya dalam dunia pendidikan diwujudkan melalui pendirian sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pada tahun 1973, ia turut mendirikan SMP Muhammadiyah Bantul Metro, disusul dengan pendirian SMA Muhammadiyah Bantul Metro pada tahun 1974. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1982 ia kembali berperan dalam pendirian SMP Muhammadiyah Margajaya Metro. Lembaga-lembaga tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak.

Pada fase berikutnya dalam perjalanan hidupnya, Mohammad Syuhudie pindah ke wilayah Mesuji. Di daerah ini, ia kembali melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan. Bersama para tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Mesuji Timur, ia mendirikan SMA Muhammadiyah 01 Mesuji Timur pada tahun 2004. Sekolah ini hingga kini masih aktif dan terus berkembang, menjadi salah satu peninggalan penting dari perjuangannya. Tidak hanya sebagai pendiri, ia juga mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di sekolah tersebut hingga akhir hayatnya.

Selain di bidang pendidikan, Mohammad Syuhudie juga dikenal luas sebagai tokoh agama di Desa Tanjung Mas Rejo. Kehadirannya memberi pengaruh besar dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Dakwahnya yang santun, keteladanannya dalam beribadah, serta konsistensinya dalam menghidupkan nilai-nilai Islam menjadikannya sosok yang dihormati dan diteladani. Hingga kini, meskipun telah wafat, jejak perjuangannya masih terasa kuat. Desa Tanjung Mas Rejo dikenal sebagai salah satu basis Muhammadiyah di Kecamatan Mesuji Timur, yang tidak terlepas dari peran dan pengabdiannya semasa hidup.

Dalam kehidupan keluarga, ia adalah suami dari Siti Kustiyah dan ayah dari delapan orang anak. Nilai-nilai keislaman, keikhlasan, dan semangat berjuang yang ia tanamkan dalam keluarga menjadi warisan berharga yang terus hidup hingga kini. Mohammad Syuhudie, BA adalah sosok pejuang Muhammadiyah yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan umat. Karya serta keteladanannya menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan Islam berkemajuan. (Ana)

Editor : Joko Riyanto

Posting Komentar

0 Komentar