IPM Metro Barat Gelar Musycab X, Konsolidasi dan Regenerasi Jadi Agenda Utama


METRO — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Metro Barat menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) ke-X di Aula SMK Muhammadiyah 2 Metro, Sabtu, 19 September 2026.

Mengusung tema “Meneguhkan Langkah IPM Metro Barat dengan Spirit Sakai Sambayan”, Musycab yang berlangsung 19–20 September 2026 menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan kader IPM Metro Barat.

Kegiatan diawali penampilan Tapak Suci SMP Muhammadiyah 1 Metro, solo song SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, hadroh PontrenMu At-Tanwir, serta Tari Siger Pangenten dari SD Muhammadiyah Sang Pencerah Metro.

Musycab dihadiri Pleno PCM Metro Barat Samsul Hadi, Ketua PD IPM Kota Metro Ibnu Azis Zakaria Ahmad, Pembina IPM SMK Muhammadiyah 2 Metro Dr. Imam Bajuri, M.Pd., Ketua PC ‘Aisyiyah Metro Barat Murni Astuti beserta jajaran, serta Sekretaris PCA Puji Astuti.


Ketua Pelaksana Musycab, Muhammad Alif Al Khusna, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi kader untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyampaikan gagasan dan aspirasi, merumuskan program, sekaligus menjalankan proses regenerasi kepemimpinan.

Musycab diikuti perwakilan enam Pimpinan Ranting IPM se-Cabang Metro Barat, masing-masing lima peserta dan dua peninjau, dengan total 32 peserta.

Rangkaian kegiatan meliputi sidang komisi, penetapan hasil musyawarah, pemilihan dan penetapan formatur, rapat formatur hingga penetapan keputusan Musycab. Dalam proses regenerasi tersebut ditetapkan 21 orang formatur untuk melanjutkan proses kepemimpinan PC IPM Metro Barat periode berikutnya.


Ketua PC IPM Metro Barat, Hafiz Albana, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Musycab X, khususnya keluarga besar SMK Muhammadiyah 2 Metro, pimpinan Muhammadiyah, PD IPM Kota Metro, serta seluruh kader IPM Metro Barat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran PC IPM Metro Barat periode 2024–2026 yang telah menjalankan roda organisasi di tengah berbagai dinamika.

“Musycab ini tidak lahir dari persiapan satu atau dua hari. Kegiatan ini dapat terlaksana karena teman-teman di cabang tetap kuat dan bertahan, meskipun menghadapi berbagai dinamika dan pasang surut semangat,” ujar Hafiz.

Hafiz juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama dua tahun masa kepemimpinannya. Menurutnya, kekurangan tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk perbaikan organisasi ke depan.

Ia menekankan makna tema “Meneguhkan Langkah IPM Metro Barat dengan Spirit Sakai Sambayan” sebagai semangat kebersamaan, gotong royong dan saling menguatkan.

“Untuk menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah tidaklah mudah. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus terus bersama-sama melangkah, saling menguatkan, dengan semangat kolektif dan kolegial,” katanya.


Ketua PD IPM Kota Metro, Ibnu Azis Zakaria Ahmad, mengatakan Musycab menjadi ruang bagi kader untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan dan menentukan arah gerak organisasi.

“Sebagai pelajar, kewajiban kita adalah belajar. Belajar merupakan salah satu bentuk jihad,” ujarnya.

Azis mengingatkan seluruh kader agar tetap berkontribusi, baik yang nantinya masuk dalam kepemimpinan maupun yang tidak terpilih.

“Siapapun yang terpilih dan tidak terpilih, tetap perjuangkan amanah. Jangan jadikan amanah sebagai beban, tetapi motivasi untuk terus berbuat baik,” katanya.

Mewakili Kepala SMK Muhammadiyah 2 Metro, Pembina IPM Dr. Imam Bajuri, M.Pd., menyampaikan dukungan sekolah terhadap pelaksanaan Musycab. 

Ia berpesan agar kader menjalankan organisasi dengan niat mencari rida Allah, amanah, solid, aktif dan tangguh.
“IPM ibarat satu tubuh. Ada kepala, tangan dan kaki yang memiliki peran masing-masing. Semuanya satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Ia juga mendorong kader agar aktif belajar, berani tampil, mampu berbicara di depan publik dan istiqamah menjalankan amanah organisasi.

Pleno PCM Metro Barat, Samsul Hadi, sekaligus membuka Musycab X mewakili Ketua PCM Metro Barat H. Sukijo, M.Sc., yang berhalangan hadir.

Samsul yang pernah menjadi Ketua IPM Cabang Metro Raya sekitar 23 tahun lalu mengajak kader menjalani proses perkaderan secara sungguh-sungguh dan tidak berhenti pada satu jenjang.

“Ketika sudah ber-IPM, niatkan yang kuat. Jangan berhenti sampai cabang. Setelah selesai dari cabang, lanjutkan ke daerah, wilayah, bahkan pusat jika ada kesempatan,” katanya.

Ia menegaskan IPM merupakan pelopor, pelangsung dan penyempurna gerakan Muhammadiyah. Karena itu, kader harus memiliki ilmu, moral, semangat belajar, kreativitas, inovasi serta ketangguhan menghadapi tantangan era digital.

“Anak muda tidak boleh mudah mengeluh. Semangat Sakai Sambayan harus diwujudkan melalui kerja sama, gotong royong dan saling membantu,” ujarnya.

Musycab X PC IPM Metro Barat kemudian resmi dibuka untuk menjalankan seluruh agenda persidangan hingga 20 September 2026.

Posting Komentar

0 Komentar