JAKARTA — Tiga perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), masuk dalam 20 perguruan tinggi penerima pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis–Pendanaan Hackathon Deeptech 2026.
Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 724/DST/C4/AL.04.00/2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Program ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hackathon Deeptech diarahkan untuk mengembangkan dan menghilirkan inovasi berbasis deep technology melalui pendampingan, pengembangan purwarupa, kompetisi, hingga demonstrasi inovasi.
UM Metro mengusulkan program “Hackathon DeepTech for FoodTech Indonesia” dengan fokus ketahanan pangan. UMY mengusulkan “Smart and Sustainable Health Ecosystem for Human Well-being”, sedangkan UMS mengajukan program hilirisasi inovasi alat kesehatan dan solusi digital layanan rumah sakit berbasis deep technology.
Pendanaan tersedia maksimal Rp1,5 miliar untuk setiap perguruan tinggi penyelenggara. Dana tersebut mencakup bootcamp, pendampingan pakar dan mentor, pengembangan purwarupa, kompetisi, serta demo day.
UM Metro Fokus Ketahanan Pangan
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., mengatakan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat riset dan inovasi agar menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pendanaan Hackathon Deeptech ini menjadi ruang bagi UM Metro untuk mengembangkan riset berbasis teknologi yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata, khususnya pada isu ketahanan pangan. Tahap berikutnya adalah memastikan gagasan yang dikembangkan dapat melalui proses pematangan, pengujian, dan hilirisasi secara terukur,” ujar Nyoto, Kamis (17/9/2026).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, mentor, mitra industri, dan pengguna teknologi agar hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya bagaimana memperoleh pendanaan, tetapi bagaimana program ini menghasilkan proses riset dan inovasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik serta memiliki potensi pemanfaatan di masyarakat,” katanya.
Tiga PTMA Ikuti Bimtek
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mahfud Sholihin, mengatakan keterlibatan UM Metro, UMY, dan UMS menjadi bagian dari partisipasi PTMA dalam pendanaan riset nasional.
“Pencapaian UM Metro, UMY, dan UMS yang berhasil masuk dalam jajaran 20 penerima pendanaan nasional ini membuktikan bahwa kampus-kampus Muhammadiyah memiliki kapasitas riset yang responsif,” ujar Mahfud, Selasa (15/9/2026).
Setelah penetapan penerima, perwakilan ketiga PTMA mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Revisi Proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada 14–16 September 2026 di Felfest UI, Kampus Universitas Indonesia, Depok.
Bimtek membahas penyempurnaan proposal, penyesuaian RAB, serta mekanisme pencairan dana melalui sistem Hiliriset dan E-Rispro sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program. (Redaksi)

0 Komentar